Rabu, 19 Desember 2012

Perbandingan Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga dan Nissan Evalia

Dibawah ini akan mengemas tentang perbandingan dan persaingan positif antara Mobil Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, Suzuki Ertiga Dan Nissan Evalia. Dimana mobil-mobil tersebut jelas memiliki kehandalan dan keunggulan yang berbeda. Mari lihat dibawah.


Sudah delapan tahun melenggang sendirian, Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia bakal mendapat penantang pada 2012 ini. Tidak cuma mendapat satu lawan baru, tapi sekaligus dua. Penantang pertama akan hadir dari kubu Suzuki dengan Ertiga yang hadir bulan April kemarin. Rival kedua masih berasal dari Indomobil Group. PT Nissan Motor Indonesia (NMI) dengan Nissan Evalia, Keduanya diproyeksikan sebagai backbone oleh masing-masing produsen. Sebuah lini produk yang bisa menyumbang sales volume besar agar bisa menggembungkan pundipundi uang pembuatnya. Konsumen pun bakal senang karena pilihan mobilnya semakin luas. mari kita liat komparasi virtual ketiga mobil tersebut. Kita bandingkan data spesifikasi masing-masing kendaraan untuk melihat kelebihan dan kekurangannya.
Nanti Anda akan melihat kekuatan sekaligus kelemahan masing-masing mobil berdasarkan analisis di atas kertas. Sekaligus menyaksikan kemiripan-kemiripan di antara mereka.

Suzuki Ertiga

DESAIN Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Dari sisi desain, Avanza-Xenia generasi kedua sudah dapat dilihat langsung di showroom dan di jalan raya. Dibanding generasi pertama yang lahir 2004, penampilan eksterior Avanza-Xenia baru benar-benar terlihat segar. Tak hanya bagian depan, desain windscreen dengan aerodinamika yang menunjang. Bila sebelumnya drag coefficient hanya 0,36, kini semakin baik dengan angka 0,32.
Khusus Veloz desainnya terlihat agresif, dinamis, dan kental dengan nuansa kencang. Lubang udara besar pada bumper dengan bentuk trapezoidal terlihat sangat kokoh. Desain gril Veloz pun berbeda. Adanya lis memanjang yang dilabur warna krom serta logo Toyota di tengahnya terlihat mewah. 
Modal Evalia adalah desain eksterior yang menarik. Penampilan dan wajahnya mirip sekali dengan sang kakak, Nissan Serena. Cuma Evalia terlihat lebih sporty akibat desain lampu dan gril dengan garis tajam. Meski untuk buritan, tidak sedikit orang yang kurang menyukainya lantaran model boxy-nya.
Sementara Suzuki Ertiga juga memiliki paket yang sangat menggoda konsumen di segmen gemuk ini. Modal per-tama adalah wajah yang tampan dengan penerapan sasis dari Suzuki Swift terbaru.
Tampangnya sepintas mengingatkan pada gacoan Suzuki lainnya, Splash. Suzuki tampaknya sukses menggabungkan elemen sporty, dinamis tanpa mengorbankan aspek elegan pada Ertiga. 
MPV ini dibekali headlamp lebar dengan elemen diamond cut kecil untuk memberikan efek pencahayaan yang lebih baik bagi pengemudi dan sein di spion. 
DIMENSI Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Dari ketiganya, Nissan Evalia punya postur paling besar dibanding Suzuki Ertiga dan Toyota Avanza-Daihatsu Xenia. Panjang total Evalia adalah 4.400 mm, lebih panjang 135 mm dari Ertiga, dan 260 mm dari Avanza-Xenia.
Begitu juga dengan tingginya. Evalia mencatat angka 1.860 mm. Lebih jangkung 175 mm dari Ertiga dan 165 mm dari Avanza-Xenia. Untuk lebar Evalia sama dengan Ertiga, yaitu 1.695 mm. Sementara lebar Avanza-Xenia hanya 1.660 mm.
Bagaimana dengan Ertiga versus Avanza-Xenia? Ertiga lebih panjang 125 mm dan lebih lebar 25 mm dari ‘duet maut’. Ertiga cuma kalah jangkung 10 mm saja dari kedua mobil itu.
Untuk wheelbase yang paling panjang adalah Ertiga dengan angka 2.740 mm. Evalia ada di belakangnya karena kalah 20 mm saja. Avanza-Xenia kalah dari keduanya, dengan wheelbase 2.655 mm alias lebih pendek 85 mm dari Ertiga dan 65 mm dari Evalia.

Wheelbase Ertiga yang panjang berefek pada legroom baris kedua dan ketiga
INTERIOR Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Berdasar data-data dimensi kendaraan yang telah dijelaskan lebih dahulu, kita akan analisis seberapa lapang kabin Evalia, Ertiga, dan Avanza-Xenia.
Sebagai yang paling besar, Evalia memiliki kabin paling lapang. Apalagi interiornya didukung oleh lantai kabin yang rata akibat pemakaian per daun (leaf spring) di roda belakang. Rumusan ini akan bisa membuat Evalia menyuguhkan ruang kepala dan kaki paling luas. 
Kondisi kabin yang lapang ini membuat PT NMI berani menyodorkan varian dengan jok baris kedua model captain seat layaknya MPV mewah. Menyediakan jok baris kedua dengan lorong di tengah ini belum bisa dilakukan oleh Ertiga maupun Avanza-Xenia.
Dengan bodi dan wheelbase yang lebih panjang dari Avanza-Xenia, Ertiga akan memiliki legroom baris kedua yang sedikit lebih luas. Headroom Ertiga tak bakal berbeda jauh dari Avanza-Xenia karena perbedaan tinggi mobil hanya 10 mm.
Dimensi Evalia yang besar menghasilkan kabin luas dengan lantai yang rata
Interior Avanza-Xenia baru lebih lapang dari generasi sebelumnya
Avanza punya pilihan mesin 1.300 cc dan 1.500 cc, sementara Xenia 1.000 cc dan 1.300 cc
MESIN, TRANSMISI, POWER-TO-WEIGHT RATIO
Di luar negeri Nissan Evalia peminum bensin dibekali mesin berkapasitas 1.600 cc (HR16DE). Namun, untuk Indonesia mobil ini akan memakai dapur pacu berkode HR15DE yang sudah lama dipasang di Grand Livina maupun Livina. Artinya Evalia diprediksi akan mempunyai tenaga 109 dk/6.000 rpm dan torsi puncak 148 Nm/4.400 rpm.
Kalau Suzuki Ertiga mengandalkan mesin baru yang diberi kode K14B. Jantung besin berformat 4 silinder 16 valve berkapasitas 1.373 cc ini menghasilkan tenaga 95 dk/6.000 rpm dan torsi 130 Nm/4.000 rpm. Rasio kompresinya 10:1 dengan bore x stroke sebesar 73 x 82 mm.
Jika dua penantangnya hanya dipasarkan dengan satu pilihan mesin, Avanza-Xenia punya mesin lebih banyak. Avanza dipersenjatai mesin 1.495 cc (3SZ-VE) dan 1.298 cc (K3-VE). Sementara Xenia selain mesin 1.298 cc (K3-VE), juga tersedia kapasitas 989 cc (EJ-VE). Untuk mesin 1.500 cc, tenaga yang dihasilkan 104 dk/6.000 rpm, dan torsi puncak 136 Nm/4.400 rpm. Sementara mesin 1.300 cc mampu menghasilkan tenaga 92 dk/6.000 rpm, dan torsi 116 Nm/4.000 rpm.
Mesin baru milik Ertiga diambil dari keluarga K Series Suzuki
Evalia menggunakan mesin yang sama dengan keluarga Livina
TRANSMISI Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Transmisi Toyota Avanza-Daihatsu Xenia ada dua pilihan, yaitu manual 5-speed dan otomatis 4-speed. Resep serupa juga akan digunakan Nissan Evalia. Khusus Suzuki Ertiga hanya tersedia transmisi manual 5-speed saja.
POWER-TO-WEIGHT RATIO Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Bobot kosong Toyota Avanza-Daihatsu Xenia sekitar 1.065 kg (1.3 M/T). Kalau Ertiga bobot bersihnya sekitar 1.160 kg (GA), 1.175 kg (GL) dan 1.180 kg (GX). Sementara Evalia sekitar 1.333 kg.
Berdasar data ini kita bisa menghitung power-to-weight ratio (PWR) masing-masing kendaraan. PWR digunakan untuk mengukur performa aktual mesin dengan cara membagi tenaga mesin dengan bobot kendaraan.
Di Evalia setiap 1 dk tenaga yang dihasilkan mesin membawa beban sebesar 12,2 kg. Ertiga berada di antara 12,2 kg/dk hingga 12,4 kg/dk. Sedangkan PWR Avanza-Xenia 1.3 11,5 kg/dk.
Tapi komposisi ini belum menjamin performa mobil secara menyeluruh. Faktor perbandingan gigi transmisi, penggerak, dan aerodinamika akan mempengaruhi hasil akhirnya.
SUSPENSI, Avanza, Xenia, Ertiga, Evalia
Suspensi depan ketiga mobil ini punya sistem serupa, yaitu McPherson strut. Namun, untuk roda belakang konstruksinya berbeda-beda.
Toyota Avanza-Daihatsu Xenia mengandalkan 4-link with lateral rod and coil spring lantaran mengadopsi penggerak roda belakang. Sementara Suzuki Ertiga memakai torsion beam with coilspring. Beda lagi dengan Nissan Evalia yang mengandalkan per daun (leaf spring).
Mana yang lebih empuk tidak bisa dilihat dari jenis sistem yang digunakan. Performa suspensinya baru bisa dirasakan dengan mengendarainya. Soalnya kelembutan bantingan suspensi dipengaruhi banyak hal seperti ukuran ban yang digunakan, geometri, sokbreker, dan spring rate. Bahkan ketebalan busa jok pun turut memberi andil terhadap kenyamanan berkendara.

VARIAN Toyota avanza, Daihatsu xenia, Suzuki ertiga, Nisan evalia
Suzuki Ertiga ditawarkan dalam 3 varian, yaitu GA, GL dan GX. Untuk tipe GA harganya Rp 143 juta, GL dilepas Rp 153 juta dan GX Rp 165 juta. Semuanya ini merupakan harga inden on-the road wilayah DKI Jakarta yang berlaku untuk pemesanan hingga 21 April 2012.
Toyota Avanza punya 7 varian dengan 2 pilihan mesin dan transmisi. Harga jualnya mulai Rp 144 juta sampai Rp 180,2 juta. Daihatsu Xenia punya lebih banyak lagi varian. Ada sekitar 18 varian yang ditawarkan ke pasar. Harganya terpentang Rp 126,6-179,3 juta.
Belum ada konfirmasi resmi untuk detail Nissan Evalia. Namun, dari penelusuran kami, kelihatannya ada 3 varian: yaitu basic, middle dan high. Hanya ada satu pilihan mesin, dengan transmisi manual dan otomatis. Belum ada konfirmasi harga jual, prediksinya sekitar Rp 150-180 juta.

Kesimpulan
Tentu semua produk ini memiliki beragam kelebihan dan kekurangan. Tinggal konsumen memilih produk yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia merupakan produk yang telah di jual saat ini. Tapi mereka kini memiliki daftar inden yang tidak sedikit. Beragamnya pilihan pada dapur pacu dan varian yang dimiliki menjadi poin penting pada konsumen Indonesia. Apalagi generasi kedua ini telah dikembangkan untuk memuaskan pasar Indonesia.
Sedangkan Suzuki Ertiga menjadi alternatif lain. Meski belum diluncurkan, konsumen sudah mendapat harga pasti dan dapat memantau waktu pengiriman via website. Daya tariknya terletak pada model, fitur keamanan dan pengerak roda depan. Dimensinya masih lebih besar dari Avanza maupun Xenia, meski kelemahannya terdapat pada tidak tersedianya pilihan transmisi matik.
Nissan Evalia menawarkan kabin lapang dengan pintu geser. Dapur pacu serupa dengan Grand Livina akan mendapat sedikit sentuhan baru agar mampu mereduksi kerugian akibat desain bodi yang kurang aerodinamis. Penerapan per daun menjadi solusi cerdas untuk memperoleh kestabilan optimal dari desain boxy yang mengambil basis dari platform Grand Livina.

SPESIFIKASI

Toyota-Daihatsu
Avanza-Xenia
Suzuki
Ertiga
Nissan
Evalia
Mesin989 cc 3 silinder1.373 cc 4 silinder1.498 cc 4 silinder
1.298 cc 4 silinder
1.495 cc 4 silinder
Tenaga maksimum 63 dk/5.600 rpm(1.0)95 dk/6.000 rpm 109 dk/6.000 rpm 
92 dk/6.000 rpm(1.3)
104 dk/6.000 rpm(1.5)
Torsi maksimum 90 Nm/3.600 rpm(1.0)130 Nm/4.000 rpm 148 Nm/4.400 rpm 
117 Nm/4.400 rpm(1.3)
136 Nm/4.400 rpm(1.5)
Transmisi5-speed manual/RWD5-speed manual/FWD4-speed otomatis/RWD
5-speed manual/FWD4-speed otomatis/FWD
Panjang/wheelbase4.140/2.655 mm4.265/2.740 mm4.400/2.725 mm
Lebar/tinggi1.660/1.695 mm1.695/1.685 mm1.650/1.850 mm
Kapasitas tangki/ban serep45 liter/fullsize 45 liter/fullsize 52 liter/full size
Ground clearance200 mmN/A185 mm (est)
Ukuran ban185/70 R14(1.0&1.3)185/65 R15 (1.5)185/65 R15

185/65 R15 (1.5)
Bobot1.065 kg (1.3)1.180 kg1.333 kg


Sabtu, 01 Desember 2012

Akankah Daihatsu Ayla akan bernasib sama seperti Daihatsu Ceria ?

Daihatsu Ceria adalah sebuah produk yang diluncurkan Daihatsu guna menyerang rival abadi Daihatsu di Indonesia yaitu Suzuki. Suzuki yang “panen besar” menjual karimun saat itu memang bikin gerah seluruh ATPM. “Amunisi” Daihatsu yang satu ini memang menggemaskan, cute, dan favorit para ladies, namun justru ia berada di zaman yang salah (zaman ini orang2 belum sepenuhnya melek K-Car) sehingga penjualannya pun loyo, koplo. Banyak orang menyangsikan mobil satu ini (termasuk saya waktu itu) “Mobil model bajaj kayak gini dimana menariknya??” Namun sebenarnya mobil ini justru terlalu freak buat para ladies kemayu dan jangan harap ada ladies gak kemayu karena mereka pasti gak milih ini. Mobil ini ternyata tarikannya kejam saudara-saudara, lincah di sudut kota layaknya bajaj, namun tenaganya jangan disetarakan dengan taksi roda tiga itu. Di tol, saya pernah memergoki ceria yang ngebut dengan kecepatan 130 kpj dengan santainya…. Disinilah kehebatan Daihatsu, mereka memang spesialis sleeper car sebab walau temanya mobil keluarga tetapi mereka merancangnya sebegitu kompak, sebegitu ringan dan juga sebegitu kencang. Mobil yang paling sukses menerapkan hal itu adalah Mira atau Ceria. Yaah itu sekelumit kejengkelan saya (atau malah pujian?) terhadap kepik yang satu ini, so mari ke topik utama…

kokpit minimalis, yaah apa bedanya dengan sportscar, sama2 minimalis kan?


versi barunya tapi kelihatannya sami mawon basicnya, L200.
Daihatsu Ceria masuk indonesia pada tahun 1999 berseri L200, saat itu bentuk mungil dan mengotak memang mengingatkan kepada saudara jauhnya Perodua Kelisa dan Daihatsu Mira. Mobil ini dijual dengan harga 57 juta – 69 juta <CMIIW> dan dilengkapi beberapa seri, KL, KX, dan KX-R. Yang dominan berbeda adalah KX-R yang diimbuhi dengan bodykit layaknya Mira TR-XX sayang tenaganya belum ada yang diubah. Mesin yang digunakan Ceria adalah tipe 3 Silinder, 850 cc, bertenaga 36 hp, masihkah ada yang underestimate lagi? baik kalo gitu kartu as kita buka > 3 silinder bertorsi besar, so responsif di tanjakan > naik ini serasa jadi mr.bean, gesit bener di kota > jujur memang, dia masih karbu, tapi itu justru keuntungan karena tarikannya kuat plus beban ringan > kata temen topspeed bisa 150kpj tanpa goyang ndangdut (avanza mah ndangdut) dan akselerasi 0-100 bisa 10-11 detik > Suspensi independen full, memang edan buat diterapkan di city car kayak dia >Basic Ceria sama dengan Mira Turbo TR-XX bertenaga 64 hp yang akselerasinya 0-100 bisa 6 detik, tertarik engine swap?

mesin ini memang ga jelek, tapi saya lebih suka kalau engine swap TR-XX kalau punya. Sesuatu banget gitu yah 

kalau ceria bentuknya seperti ini kayaknya konsumen indonesia fine-fine aja yah…

Mobil ini meskipun tanpa Power Steering tetap ringan dikendalikan, ini dikarenakan pemakaian ban R12 dan beban superleggeranya (red. superlight). Hm kunokah ga pake PS? yah coba aja pasang PS di Ceria yang ban kecil dan bodi ringan, mawut mawut deh di jalan…. Beban yang superleggera ini lantas membuat dia gampang burnout dengan sengaja dan gampangnya. Mau ngerjain orang? ini pilihan tepat. Oh ya, bagaimana dengan konsumsi bbmnya? cukup 1 L : 17 km, kalah memang dengan “estimasi” nissan tentang Marchnya yang 1 L : 21 km, tapi ini “data dan fakta” bung! so ga bakal ragu deh. Ringkih kah? kan Independen bro, jadi gak ringkih asal jangan main ke luar kota aja, namanya juga city car. Oh iya masalah harga dia main di angka 45 juta -50 juta. Untuk keluarga baru dan commuter ini mobil tepat, untuk speedlovers ini mobil yang asik untuk dijadikan kelinci percobaan. Sleeperz sejati pasti demen Ceria Super Veloce (Engine swap Mira Avanzato TR-XX Turbo, pasang bodykit simpel, jejali VR R13)  atau Ceria Superleggera (permak dikit, buang yang tidak perlu). Soal Mira Avanzato TR-XX ini pasti saya bahas di artikel berikutnya. Pokoknya komengnya aja dulu sedulur….
gampang parkirnya, bandingkan saja dengan dimensi mobil2 sampingnya yang sama2 “mobil kota”. kalo muka tembok sama dimensi dan mesin sih ga masalah. 

ga jauh beda kan sama mira TR-XX ini, umumnya modifikasi para owner kancil di malaysia berkiblat ke TR-XX. bisa dicoba… :roll: